Awas, Bahan Kimia pada Jamu!
Kamis, 17/12/2009 11:00 WIB - dik
Jamu tradisional saat ini masih menjadi pilihan sebagian besar masyarakat Indonesia sebagai penawar berbagai macam penyakit. Selain sebagai warisan nenek moyang yang perlu tetap dilestarikan, sifatnya yang alami juga menjadi sebab konsumen menjatuhkan jamu sebagai pilihan. Kecenderungan masyarakat yang ingin kembali ke alam (back to nature) membuat sebagian besar produsen jamu meningkatkan kualitasnya.
Sayangnya, fenomena ini disalahgunakan oleh produsen jamu misalnya dengan sengaja menambahkan Bahan Kimia Obat (BKO) ke dalam produknya. Tujuannya, agar efek manjur dalam jamu menjadi semakin meningkat.
“Dengan penambahan bahan kimia obat ini maka respons terapi menjadi lebih jelas dan memberi kesan jamu tersebut menjadi lebih manjur,” kata Nurul Mutmainah, ahli farmasi dari Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). BKO sendiri adalah senyawa sintetis atau bisa juga produk kimiawi yang berasal dari bahan alam yang umumnya digunakan pada pengobatan modern.
Menurut Nurul, kebanyakan bahan kimia obat tergolong obat keras yang dalam pemakaiannya harus dengan resep dokter. Karena di samping mempunyai efek terapi BKO juga mempunyai efek samping dan kontra indikasi. “Lebih parahnya bahan kimia obat yang ditambahkan tanpa adanya ukuran yang jelas, dan biasanya obat tradisional dikonsumsi secara rutin yang menjadi adat kebiasaan dan dalam jangka panjang,” paparnya.
BKO biasanya ditambahkan pada jamu pegal linu. Pada jamu ini sering ditambahkan analgetik (obat penghilang rasa sakit) seperti antalgin, parasetamol, fenilbutazon yang berpotensi menimbulkan nyeri lambung dan kerusakan hati. Pada jamu penambah stamina pria biasanya ditambahkan obat disfungsi ereksi misalnya sildenafil dan tadafil yang berpotensi menimbulkan hilang potensi seks permanen. Sedangkan pada jamu asam urat ditambahkan allopurinol, metampiron yang dapat mengakibatkan gangguan ginjal dan syaraf. “Cara yang paling aman memilih jamu adalah pilih yang terdaftar atau memiliki nomor registrasi badan Pengawas Obat dan Makanan,” tandas Nurul. (dik)
18 Desember 2009 | 12:14 wib | Nasional
Umi Nung Sarankan Luna Maya Minta Maaf
Jakarta, Cybernews. Menanggapi kemelut Luna Maya dengan media yang makin hangat belakangan ini, penasehat spiritual Luna Maya, Umi Nung, Jumat (18/12) melalui infotainment menyarankan kepada Luna untuk meminta maaf atas peristiwa yang terjadi di twitter.
Diakui Umi Nung, besarnya nama Luna Maya karena Allah SWT, tapi, peran wartawan juga cukup besar. “Tanpa wartawan, Luna tidak akan banyak dikenal masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Tika Bisono, psikolog yang juga mantan gadis sampul dan Nona Jakarta memberikan komentarnya bahwa selebriti dan wartawan saling membutuhkan, untuk itu, perlu attitude. “Profesionalisme harus dikedepankan. Perasaan pribadi dan pekerjaan juga harus dipisahkan,” katanya.
Dia berharap, masalah segera diselesaikan dan tentunya peristiwa ini dapat dijadikan pelajaran bagi semua pihak.
( Zainal Abidin / CN12 )
18/12/2009 - 08:56
[increase] [decrease]
Boediono-Ani Harus Gentle Nonaktif
Irvan Ali Fauzi
Dani Setiawan
(inilah.com /Dokumen)
INILAH.COM, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Wakil Presiden Boediono diimbau untuk nonaktif oleh Pansus Angket Bank Century. Sebaiknya, 2 anak buah Presiden SBY ini memiliki kesadaran moral untuk mengundurkan diri tanpa diminta.
Menurut pengamat ekonomi-politik Dani Setiawan, sebagai bentuk pertanggungjawaban, Boediono-Sri Mulyani wajib mundur. Sebab, fakta-fakta hukum dari Badan Pemeriksa Keuangan dan PPATK sudah menyudutkan mereka.
“Bagaimana mungkin kita memiliki menteri dan wakil presiden yang sibuk menangkis tuduhan. Mereka harus gentle mundur,” kata Dani kepada INILAH.COM, Jumat (18/12).
Seperti diketahui, Pansus Angket Bank Century ‘satu suara’ meminta Wapres Boediono dan Menteri Keuangan Sri Mulyani nonaktif selama masa penyelidikan.
Keputusan ini diungkapkan oleh anggota Pansus Angket Bank Century Roma Hurmuzy di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (17/12). “Berdasarkan Laporan Hasil Penyelidikan BPK atas kasus Bank Century patut diduga melanggar ketentuan perundang-undangan, agar sementara menonaktifkan diri sesuai dengan mekanisme peraturan perundang-undangan yang berlaku,” ujarnya.
Imbauan agar Boediono dan Sri Mulyani berhenti sementara, bertujuan untuk optimalisasi tugas-tugas pangket dalam melaksanakan penyelidikan dan pengumpulan data, menjunjung tinggi moralitas, keteladanan, dan akuntabilitas penyelenggara negara, dan menyikapi suasana batin rasa keadilan masyarakat. [bar]
INILAH.COM, Jakarta - Luna Maya menganggap film 2012 standar saja. Menurutnya ceritanya Amerika sekali. Jadi menyangkut adanya larangan menonton film itu, baginya tak beralasan.
“Menurut gue, ada yang lebih penting dilakukan daripada mengurusi film 2012 itu,” ungkap Luna saat ditemui di studio RCTI, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Selasa (17/11) siang.
Luna yang sudah menonton 2012 pun mambahkan ceritannya standar Hollywood. “Filmnya biasa banget. Kejadian itu Amerika banget dan kebanyakan action. Terlalu Amerika sekali. Latar belakang 2012 itu nggak kita banget,” terangnya.
Ia menambahkan, “Itu hanya hiburan. Kenapa harus takut? Kenapa harus dilarang? Malah lebih serem Knowing-nya Nicholas Cage. Jadi Nggak usah diboikot dan dilarang.” [aji/mor]
INILAH.COM, Jakarta - Usai memuji kekasihnya Ariel ‘Peterpan’ karena tampil bagus di Sang Pemimpi, Luna Maya mengamuk di twitter karena kepala anak Ariel, Alea terpentok kamera kru infotainmen.
“Infotmnt derajatnya lebih HINA dr pd PELACUR, PEMBUNUH!!!may ur soul burn in hell,” tulis Luna dalam akun tweeter miliknya.
Tulisan yang dikutip INILAH.COM dari tulisan yang di-posting via twitter oleh Luna sekitar pukul 00.00 WIB pasca ia menghadiri premier film Ariel, Sang Pemimpi, di EX, Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (15/12) malam.
Kemarahan Luna itu karena kepala Alea, puteri Ariel yang ia gendong secara tak sengaja terbentur sebuah kamera kru infotainmen.
Tak berhenti sampai di situ, Luna kembali menulis di twitter. “Jadi bingung knp manusia skrng lbh kaya setan dibandingkan dengan setannya sendiri…apa yg disbt manusia udah jadi setan semua.”
Kekasaran Luna itu sangat bertolak belakang ketika ia masih memasang wajah bersahabat saat memuji Ariel dalam perannya sebagai Arai di Sang Pemimpi. “Dia tampil natural banget. Awalnya dia nggak pede, tapi bagus, kok,” paparnya. [aji/mor]